Bukankah Kita Tinggal di Negara Demokrasi
Thursday, 26 June 2008
Jam 8 malam saya memasang status di YM saya dengan sebuah kalimat yang memang sengaja saya tujukan untuk kawan saya di Chili sana. Dia ikut menyebrang ke negeri Chili karena memang ibunya yang asli chilie memilih masa tuanya dinegara asalnya, dia memilih menemani ibunda karena Ayahnya yang satu kampung dengan saya sudah meninggal setahun lalu. Nama kondang Zamorano, lengkapnya Muhammad Zamorano Baskoro.
Zamo, biasanya saya panggil dia. Tadi dia bercerita mulai dari kehidupan barunya di negeri latin, sampe kuliah yang belum beres-beres, mulai bekerja designer freelance sampai hubungan asmara dengan beberapa wanita Chili.
Zamo bercerita kalo baru saja dia melepas keperjakaannya. Dan dia tampak bahagia. Nah selepas zamo bercerita akan hal itu, saya pasang status yang (khusus) untuk zamo. Begini status di YM saya.
” Ngati-ngati zam, era gampang manak saiki “
Lah kok baru beberapa detik saja saya pasang status itu, ada seseorang temen blogger protes.
nona****: MONYOOOONG !!
nona****: apa itu maksud status elo..
nona****: ganti..ganti..ganti..
nona****: NYOOOOONG…rese lo
nona****: ganti sekarang !
Saya terus terang terganggu dengan serangan itu, apa maksud dari nona itu apa saya tidak paham, saya sudah menanyakan kepadanya. Jawab nona hanya copy paste tulisan GANTI !! sebanyak mungkin. Kenapa nona itu sensitif sekali, saya sungguh tidak mengerti maksud nona. Apa yang salah dari status saya? Memang anda kenal dengan teman saya yang di Chili itu? Apa ada yang salah dalam diri Zamo, intuisi nona kok bagus sekali yah?
Barangkali anda bisa bantu saya, apa yang harus saya perbuat? Kenapa tidak dihargai status YM saya malam ini nona?