Dosa yang Semakin Tidak Relevan (Khotbah Jumat Imajiner)
by balibul
Sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada malam-malam tertentu, rumah tetangga yang tepat bersebelahan dengan tempat tinggal saya digunakan untuk pengajian. Dalam satu minggu bisa tiga kali: ada sesi untuk bapak-bapak, ibu-ibu dan remaja putri. Bukan pengajian ala Aa Gym dimana sang ustad ceramah tentang bagaimana berbuat baik dengan tetangga dan jamaah mendengarkan dengan khusus. Juga bukan pengajian ala Arifin Ilham yang berdzikir sambil menangis-nangis. Melainkan, belajar membaca al qur’an. Saya pernah secara tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan ustad ketika sedang berlangsung pengajian untuk anak-anak dan remaja putri. “Membaca al quran dengan benar akan mendapat pahala, tapi kalau salah akan mendapat dos…?”
“Dosaaaa,” jawab anak-anak yang semuanya perempuan itu serempak.
Sidang Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dalam hati saya membatin, “Wah, kalau begitu lebih baik gak baca al quran sama sekali, daripada salah dan malah dosa.” Pada saat yang sama, saya juga langsung teringat masa kecil dulu, ketika saya melakukan hal yang sama dan mendapatkan pelajaran yang sama pula. Baru sekarang terpikir oleh saya, betapa anehnya cara guru-guru agama itu memperkenalkan konsep dosa kepada anak-anak. Maksud saya, mengapa mereka menempelkan kata dosa justru pada perbuatan yang baik. Logika sederhananya, kalau belum-belum udah dihadang dengan kata “dosa (kalau salah)”, gimana orang bisa belajar al quran dengan tenang? Bagaimana menghindari kesalahan? Kalau salahnya banyak, belajar al quran bisa sama dengan menumpuk dosa dong.
Agak sedih, bahwa sejak saya kecil dulu hingga zaman sekarang, guru-guru agama itu masih saja mengajarkan tentang dosa dengan cara yang sama. Dan karena itu terjadi saat kita masih kanak-kanak, maka itu menjadi pelajaran pertama kita tentang dosa, dan seterusnya menjadi dasar pemahaman kita mengenai konsep dosa itu.
Agak nggak heran, kalau kemudian banyak di antara kita, ketika memasuki kehidupan dunia dewasa, masih berpikir tentang dosa dalam konteks “belajar membaca al quran” seperti itu. Artinya, ada kecenderungan pada diri kita untuk gampang sekali menempelkan kata dosa pada sesuatu hal. Jangan bohong nanti dosa. Jangan makan itu, haram, nanti dosa. Ih, kok kamu minum bir sih, itu kan haram, dosa tauk! Lu suka ikutan kuis sms di tv ya, itu kan judi, dosa! Dan sebagainya.
Maksud saya, bahwa dalam pelajaran agama memang ada bab tentang halal-haram, yang ini dosa, yang itu dosa, dan kita yang mengaku beriman mesti percaya itu. Tapi, hampir tidak pernah kita dengar orang mengatakan, jangan korupsi, dosa. Jangan mengoplos minyak tanah, itu merugikan rakyat, dosa. Jadi ketua partai jangan janji-janji kosong dong, dosa itu. Bukan hampir tidak pernah sih, bahkan bener-bener tidak pernah kita mendengar orang bicara atau mengucapkan dosa dalam konteks yang paling pas mewakili kata itu. Bahkan, pernahkah ada yang menuding orang yang perusahaannya menyebabkan lumpur dari dalam bumi menyembur tak henti-henti dan menenggelamkan desa-desa dan membuat ribuan keluarga kehilangan segalanya, sebagai pendosa?
Sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita hidup dalam masyarakat yang begitu beragama, begitu bermoral, dan semakin sering saja kita mendengar kata dosa diucapkan, ditempelkan, ditudingkan, namun maknanya semakin kabur, tidak relevan dan salah sasaran.
Jamaah yang duduk berderet-deret di hadapan saya, di bawah mimbar, mendongakkan kepala mereka tinggi-tinggi. Mata mereka melotot seperti hendak melompat keluar dan mulut menganga lebar-lebar seolah hendak beramai-ramai menerkam dan menelan saya.
Comments
aku ngantuk pak khotib. ndak dengar khtobah sampeyan…
mbul, mendem yukkkk..
bangsari, hahaha gak papa sepertinya saya harus belajar komunikasi lagi atau PR online
*sibuk sms-an*
guspitik, hush HALOM itu. Tidak baik bila anda sebagai GUS(anak kyai) mengajak saya mendem. Seharusnya saya yang ngajak guspitik hahaha
Tad! Katacing nih..
cK, nak chika..sholat tepat waktu lebih utama dari pada sms-an tepat waktu. hahaha
Khotib yang inspiratif…tapi aku ngantuk Je…
Gage, Tad! emang gw panTad! katacing? apaan tuh.
pema, iya seharusnya khotibnya menguasai PR online biar to make anything complicated sounds simple and to make anything simple sounds important on the khutbah. (tsaaaaaaah)
bal…wudhu sana. bentar lagi jumatan tuh…
*masih sibuk sms-an*
cK, *ngambil sorban dan tasbih* hahahaha
ngeledek, ya. huh :( *mutung*
bal, ada sate babi enak nich..mau??
makan masala dosa pake sambel … nyam nyam
hanny, tak laaah. ibu kalapa disivi PR online maverick ini sensi kali.
gita, cuk ndundang mbok mu
mbilung, bah! macam mana pula kau punya menu pak ustadz?
*liat comment di atas semua
waduh, ada khotbah jum’at kok malah pada kyk gini…..*bisik-bisik ke temen pas khotbah :P
saya gak jumatan
:D
udah bubar ya khotbahnya… saya adi jumatan di masjid sebelah.. . sayang disana ngga ada ceweknya
abis jumatan disini koq malah ngantuq y…. ?
“jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkan kau bersujud kepada-Nya?”
Walaupun saya tidak suka Ahmad Dhani, tapi lagunya yang itu mengena banget :)
fikar, kamu lg ada bisnis yah? bisnis-bisik-bisik sinis
mahendra, kalo ngantuk di kasih J.co juga nyala lagi tuh ndra
erly, saya ga kena tuh. soalnya saya kungfu panda sih, jago ngeles dan loncat2
baru tau kalo doraemon sudah jadi mualaf sekarang ini
turunkan ustad iqbal… :p
Saya cuma bisa ngakak baca komen om Hedi. :lol:
Cerdas!
dengerin khotbah sambil ngangguk-ngangguk.. dan ngintipin vcd bokep yang baru beli di pasar jumat…
hihihihi
khutbah jumat kemarin di kantor saya tentang laptop khatib yg ilang di jepang. klo ketawa pas dengerin khutbah yg lucu dosa gak bul?
lho setok dosa itu masih ada to?
katane ada sale dosa hingga 90%, piye to?
rada nganggo enggreess bal, men tambah sippppppp!!
aq lari jumatan kl udh komat aj….
khotbahe mantab…
tumben waras?
NGakak baca komen Hedi. Doraemon tobat?? heehe
Emang di tempat sampeyan Jumatan tiap hari apa?
saya pernah jumatan datang jam 12 kurang dikit. lhah, ujug-ujug pak khotib marah2. kata beliau,”jumatanmu ra kanggo!!!” asemik. wes teko jumatan, malah diseneni.
Saya setuju mas kotib walau cuman kotib khayalan. Orang sering salah teori tentang dosa. Padahal orang belajar alquran benar dapat pahala salah juga dapat pahala dari belajarnya. Itu yang asli. Dan orang pendosa cenderung jadi pahlawan . Karena dia suka jadi dermawan untuk menutupi dosa nya dari manusia.
“Bahkan, pernahkah ada yang menuding orang yang perusahaannya menyebabkan lumpur dari dalam bumi menyembur tak henti-henti dan menenggelamkan desa-desa dan membuat ribuan keluarga kehilangan segalanya, sebagai pendosa?”
benar2 artikel yg cerdas & berani ^^!
menurut saya, Ya… dia memang pendosa.
Bener njenengan mas….wah kapan iso ana khotbah koyo ngene yo…:)
benar2 wog kafir sialan kaco
koyo wong amerika
maknyuss iki …
medeni kotbahe …
mbah2 kapan modarmu…
maaf pak saya tertarik dengan apa yang tertulis di blok bpk. tapi kalau boleh saya menanyakan, sebenarnya konsep dosa yang benar itu yang seperti apa.
lha ya, ada orang khotbah koq malah dikhotbahi, terus sapa yg ndengerin. setan aja takut dg isi khotbahnya, ya nggak blis?
weh podo ngomong opo tooooo
hahaaa
ustad. jangan menunjukan bahwa anda itu seorang yang picik….baru mendengar selewatan (sepintas saja) sudah mengambil kesimpulan begitu luas. mungkin yang anda tuliskan itu hanya fiksi. tapi dari situ dapat di fahami bahwa pola fikir anda itu sempit. pelajarilah sesuatu itu secara keseluruha, fahami sepenuhnya baru mengambil kesimpulan….