Solo: 10 Hal Yang Saya Ingat, Hari Ini 10 Tahun Lalu
by balibul
1. ” BCA Purwosari diobong, sak purwosari kobong kabeh. Entek (BCA Purwosari dibakar, satu daerah purwosari terbakar semua. Habis)” Kata pak tikno, tukang becak yang bisa mangkal diujung jalan dekat rumah.
2. ” Ambil..ambil..wes ndak papa ambilen. Asal jangan dibakar ” begitu kata engkoh cina didepan toko helmnya, dipertokoan jongke sambil duduk menangis.
3. ” Cino diobong..Cino diobong..Cino diobong (cina dibakar)” teriak massa yang hendak membakar bengkel motor, milik keturunan, di Gemblegan. Untung bisa dicegah warga setempat.
4. “Pribumi Jawa Milik Haji ABC” begitu tulisan yang ditulis dengan cat pilox digerbang bioskop Galaxy. Pada waktu itu poster filmnya, film syur china, aktrisnya Peng Than.
5. Aparat berbaju loreng, bersenapan, menembak ke atas langit di Jalan Slamet Riyadi. Membuat para penjarah di pertokoan Purwosari tunggang langgang.
6. Dipertigaan kabangan, didepan kecamatan Laweyan. Mobil, motor, ban-ban dibakar. Dan banyak orang mabuk berwajah tegang duduk-duduk diseberangnya.
7. Kadipolo ditutup, Ndalem Kalitan ditutup, Rumah Harmoko di Solo Baru ludes terbakar, Pertokoan habis dibakar tak peduli pribumi atau keturunan.
8. Malam yang paling sunyi yang pernah terjadi di kota ini. Dan ada jam malam.
9. Pak ‘di, tukang becak yang tinggal dibelakang masjid punya televisi baru 21”. Hasil jarahan.
10. Inalillahi wa inna illaihi rojiun. Arif Nugroho. Kawan bermain saya dirumah. Dia meninggal didalam Matahari Dept Store Singosaren, dia masuk ke dalam saat api belum besar, entah apa niatnya. Saya yakin dia meninggal didalam situ. Dia tidak pernah mengambil kembali sepeda federal tanpa standart yang dititipkannya kepada saya sore itu, yang terus menunggunya diluar. Dia tidak pernah kembali pada ibunya yang menjadi penulis kain batik. Dia tidak pernah kembali ke sekolah. Tidak ada tenda upacara kematian. Mata ibunya membengkak menangis semalam, anaknya tak pernah kembali. Mewajahkan rupa mu kembali, 10 tahun lalu di bulan mei, seperti sembilu mengiris hati, dan didalam ayat-ayat suci berjanji menjaga mu agar abadi.
Apa yang kau ingat 10 tahun lalu, ditanggal 12-14 mei?
Comments
duka di mana-mana, mas
hasilnya? ya skarang ini…
banyak banget, cuman saya kok merasa tak terharu ya… :(
malam itu tiba2 langit jadi merah, dan orang2 kampung jadi panik. dipertigaan kabangan itu ndak cuma mobil, motor, dan ban yang dibakar, tapi juga rumah teman tk-ku. dan seorang pemuda beringas setngah mabuk yang tewas terkena kelewang …. kebetulan rumahku kampung dibelakangnya (kampung batik laweyan). mbah utiku sdh takungsikan ke rumahku. palang-palang sudah dipalangkan. jalan masuk kampung ditulisi kampung pdi perjuangan …..
kebetulan sang pacar aku (waktu itu) tinggi kurus, putih, dan sipit persis cina. segera kutelpon, ndak usah ke solo dulu!!!
saat itu saya masih smp. saya masih tidak banyak tahu soal hal ini. yang saya tahu hanya sekolah diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan.. :|
pas wayah kuwi, aku cah anyaran nang fisip uns, pas obong obongan aku yo ngider karo konco konco nang dalan dalan, lihat lihat..[jan ga eruh wedi blas], mas kos ku oleh nyolong mesin motor GL pro, kanca kos ‘nemu’ rokok gudang garem internasional sampe sak tas carier eiger sing kapasitas 80 liter, koncoku liyane entuk celono jins hasil dari toko samiluwes, kanca liyane nyolong ban sepeda irc, yang lainnya dapat bir sak krat
sayah masih dan terus cinta solo
negoro ki cen ra tau nggenah, njelehi, marahi misuh. kawit biyen tekan saiki. arep pindah kewarganegaraan kok yo ra iso. piye neh?
aku gak inget tanggalnya, tapi aku inget banget bulan Mei 98 adalah bulan menegangkan, rekreasi SMP ke Yogyakarta di batalkan karena banyak kerusuhan :(
yang aku inget bal, ketakutan di wajah temen2 cina ku :( dan mei 98 mengubah mereka secara total.
yang saya inget, menjalani hari-hari terakhir di SMA dengan ketakutan yang teramat sangat, sampe ga berani naek angkot. Untung Semarang termasuk aman dan ga terlalu banyak terjadi macem2 waktu itu..
ngeri, bal. ngikutin berita di tivi sambil sebentar2 nelpon juragan yang waktu itu kos di tomang, takut dia terjebak di salah satu titik kerusuhan.
sakjane iki negoro opo sih yo, kok kita semua gampang banget jadi jahat kayak iblis gini? :(
hmm, waktu itu di bogor memang ketegangan ini tidak teralu terasa.
saya ingat, saya (yang lebih berwajah cina ketimbang jawa) juga masih naik angkot seperti biasa ke sekolah; mungkin agak merasa netral karena menganggap diri berdarah campuran (kalau menurut istilah Harry Potter). saya sempat berpikir bahwa kalau ada apa-apa, saya akan baca al-fatihah dan ayat kursi keras-keras.
sekolah saya termasuk sekolah yang hampir rata perbandingan antara anak-anak ‘pribumi’ dan ‘keturunan’-nya (kalau meminjam istilah orde baru).
di sekolah–bahkan pada hari-hari berikutnya, dan hari-hari seterusnya, tak juga ada yang membicarakan mengenai apa yang terjadi. tidak juga antar teman; dan guru-guru juga bersikap seolah tak ada yang salah.
saya rasa pada saat itu saya tidak benar-benar paham apa yang tengah terjadi…
duhh ngeri banget.. 10 tahun lalu kami di Papua yg jauh disana paling hanya isu2 M yg mengemuka. itu sebelum kerusuhan merebak di tetangga sebelah (ambon).
tahun 98 cuman nonton di tv menyaksikan yg terjadi di daerah2 lain. sedih banget deh.. membayangkan dibalik keramahan kita masyarakat Indonesia ini, ternyata kalo di picu sedikit jadilah anarkis dimana2.
waktu itu..
aku..aku..
ketakutan mikirin bokap yang lagi tugas ke Jakarta!
Untunglah beliau baik2 saja :)
13 mei sepuluh tahun lalu, jam 11 siang jalanan lengang. namun keramaian tampak di langit. asap putih dan yang lebih banyak asap hitam membumbung tinggi.
berboncengan motor saya dan teman menuju ke titik titik asal mula asap berawal. tujuan pertama ke hero kebayoran lama (seberang kantor koran tempo).
sampai di situ saya merasa berada di negeri entah berantah, asing. anak-anak remaja, orang-orang dewasa dan orang tua bergerak bersama menuju gedung berlantai 3 itu.
wajah-wajah blingsatan dan garang. sebagian besar kaki mereka telanjang. beberapa bahkan tak memakai baju. mereka meringksek ke dalam gedung yang terbakar sebagian. nyala api makin membesar dan mereka tak surut. (bersambung)
gw masih smp waktu itu. ngeliat jakarta membara cuma dari TV. nggak tau kalo Solo juga memerah yo, Bal? mengerikan. tumbal reformasi 10 taun lalu. sekarang?
mei 10 tahun yang lalu.. saya tak tau apa2
saya cuman tau.. temen belajar kelompok saya pas masih sd dilarang pergi jauh2.. belajar kelompoknya ngga jadi deh
(sorry tadi ngasih komenya di gedung cyber).
diantara sela-sela api dan asap mereka masuk. aku menduga mereka akan menjarah. aku langsung pergi ke arah selatan. sampai di jalan bintaro plasa, banyak ban ban di bakar di tengah jalan.
lalu pulang, nonton tipi.
esoknya saya ke cileduk. sepanjang jalan cileduk raya, bangkai mobil angus berderet. jalanan tampak kotor berjelaga. kios-kios menutup rapat pintu “rolling door”nya. lalu diterakan tulisan dengan cat hitam atau merah ” milik pribumi” atau milik haji sisapa.
siang itu, di jantung news room sebuah pabrik, informasi berseliweran tak keruan. berita jalanan bercampur informasi telik sandi yang membingungkan. toh semuanya bermuara pada satu kesimpulan: soeharto sebentar lagi pasti jatuh.
saya baru lulus SMA..
Kuliah..terus diajak demo..
Di tempatku di ponorogo tidak sampai seperti itu, mungkin karna kota kecil jadi ya cuman demo. Tapi yang mengherankan, di masa masa 98 itu terjadi pertumpahan darah berupa perang saudara. Antara perguruan SH TERATE lawan SH WINONGO. Banuak orang tewas kala itu.
Dan untunglah ketika beberapa tahun kemudian di solo, kota ini suasananya nyaman dan terus membuat saya kangen.
Saya dulu masih sd kelas 3, waktu pulang sekolah saya lihat demo di dpan kampus widya mataram jogja, lantas ketemu bapak saya.Saya dijewer disuruh pulang, dimarah2in karena ortu takut kalo ada peluru nyasar
atas alasan apapun, penjarahan tak dibenarkan, maling pancet ae maling…ndlosor ae cuk
Oiyo, sido nggawe aggregrator Blogger Solo ra? :D
waktu itu, stay tune di depan tv sambil tetelponan ama temen2 buat ngumpulin obat-obatan dan makanan buat dikirim ke senayan
saya inget mas, saya waktu itu masi SD kelas 6 lagi EBTANAS, pulang sekolah saya jalan kaki sama bpk saya dari daerah kebayoran baru, ke daerah cipulir.. seisi jalan banyak orang bingung.. saya pun bingung, setelah gerakan massa yang sedemikian besar itu, belum ada perubahan dari Indonesia.. Entah kerusuhan itu histeria massa atas keadaan atau memang ada yg ‘menggerakkan’..
aku mrinding kalo inget mei 98 itu di solo bul….
bar ditembaki nang kampus (UMS), merasakan panasnya gas air mata, menyaksikan temen2 berjatuhan, masih inget di gedung rektorat dan auditorium UMS hampir mencapai seribu orang yang terkapar baik tertembak maupun pingsan kena gas air mata, di luar kampus masa sudah mulai bakar-bakaran. waktu itu akukeliling solo sama temen kost pake motor seluruh solo tak ubengi dari kleco, kerten, purwosari, manahan, tirtonadi, kenthingan, beteng, ngidul nyang solo baru, trus singosaren, jongke, jam 2 awan sampe jam 9 bengi ora kepikir mangan, pokoke ngerti kabeh pas mulai bakar2-an hla wong motor sing tak tumpaki (king) dijaluki wong dinggo mbakar ono ping 10-an bensin full tekan omah entek resik…..
mbayangno meneh ngeriiiiiiiiiii!……..kaya dudu wong kabeh sing mbakar karo sing nonton….nek ono omah utawa mobil sing berhasil dibakar malah do tepuk tangan kaya tontonan sirkus ae….
kelingan bar obong2an ra ono wong dodol. golek opo2 susah. rasakno…le..
sakdurunge obong2an, nek lungo mlebu kampung2 penak katon ramah kabeh. sakbare obong2an, nek mlebu kampunge wong, mripate podho curiga thok isine. wis ra nyaman tenan.
wis, ojo dipindho meneh.
neng saiki solo mulai ketoto,cah. nek ndek biyen tepuk tangan mergono ono sing diobong, suk tepuk tangan mergono solo akeh prestasine.
demo mahasiswa di ums, berujung kericuhan dan amuk massa. saya jadi mahasiswa kampus tersebut, saat itu.
dan sekarang, saya bekerja di solo. kota yang pernah luluh lantak.
cahandongers asal solo to, sampeyan?
29oxi2vukwaas8l4
kelingan kerusuhan mei 98,kelingan koncoku.
rekake njarah,malah kejarah.
jarah2an koq gowo pit ontel,pit ontel ditinggal yo diamane wong liyo
niyate olo malah dadi petoko
teman-teman smua….tolongin saya donk….saya butuh banget bantuan kalian…saya lagi skripsi tentang kerusuhan solo ne….butuh banyak informan??? apabila diantara temen2 ada yang bersedia jadi informan tolong kirim email ke aku atoau hub. no aku yang ini ia 085740134405….aku mohon bantuanya…..
aku mohon tolongin aku…aku butuh bgt…dosenku minta aku wawancara ama banyak orang terutama yang ikutan demo di ums ama uns…..please….
[...] [...]
[...] “aku mrinding kalo inget mei 98 itu di solo bul…. bar ditembaki nang kampus (UMS), merasakan panasnya gas air mata, menyaksikan temen2 berjatuhan, masih inget di gedung rektorat dan auditorium UMS hampir mencapai seribu orang yang terkapar baik tertembak maupun pingsan kena gas air mata, di luar kampus masa sudah mulai bakar-bakaran. waktu itu aku keliling solo sama temen kost pake motor, seluruh solo tak ubengi dari kleco, kerten, purwosari, manahan, tirtonadi, kenthingan, beteng, ngidul nyang solo baru, trus singosaren, jongke, jam 2 awan sampe jam 9 bengi ora kepikir mangan, pokoke ngerti kabeh pas mulai bakar2-an hla wong motor sing tak tumpaki (king) dijaluki wong dinggo mbakar ono ping 10-an bensin full tekan omah entek resik….. mbayangno meneh ngeriiiiiiiiiii!……..kaya dudu wong kabeh sing mbakar karo sing nonton….nek ono omah utawa mobil sing berhasil dibakar malah do tepuk tangan kaya tontonan sirkus ae….” (dari sebuah testimonial no 26 http://www.colonelseven.com/?p=15) [...]
[...] “aku mrinding kalo inget mei 98 itu di solo bul…. bar ditembaki nang kampus (UMS), merasakan panasnya gas air mata, menyaksikan temen2 berjatuhan, masih inget di gedung rektorat dan auditorium UMS hampir mencapai seribu orang yang terkapar baik tertembak maupun pingsan kena gas air mata, di luar kampus masa sudah mulai bakar-bakaran. waktu itu aku keliling solo sama temen kost pake motor, seluruh solo tak ubengi dari kleco, kerten, purwosari, manahan, tirtonadi, kenthingan, beteng, ngidul nyang solo baru, trus singosaren, jongke, jam 2 awan sampe jam 9 bengi ora kepikir mangan, pokoke ngerti kabeh pas mulai bakar2-an hla wong motor sing tak tumpaki (king) dijaluki wong dinggo mbakar ono ping 10-an bensin full tekan omah entek resik….. mbayangno meneh ngeriiiiiiiiiii!……..kaya dudu wong kabeh sing mbakar karo sing nonton….nek ono omah utawa mobil sing berhasil dibakar malah do tepuk tangan kaya tontonan sirkus ae….” (dari sebuah testimonial no 26 http://www.colonelseven.com/?p=15) [...]