Solilokui Bocah Pinggiran

by balibul

Sudah janganlah terlalu ngelangut hati, datang dan pergi suatu hal yang biasa. Sesak? tentu saja, ditinggal pergi seseorang yang sudah mengisi hari-hari sangat sulit tampaknya untuk dilalui.

Dinamika kehidupan memang tak mengelak untuk dihindari, disinilah impiannya saat ini. Biarkan, semua akan berjalan alami walau terasa janggal diawal. Kamipun pernah mengalami hal itu kawan. Tapi lihat sekarang, kami berhasil melewatinya.

Untuk tidak tergantikan, ya saya sepakat. Bagaimanapun dia tetap dia, tidak bisa dan tidak akan pernah bisa diganti oleh lainnya. Kekosongan yang di tinggalkannya bukan suatu halangan untuk kami tetap ‘ada’ digaris ini. Karena (sudah) kami melakukannya.

Menjaga semangat untuk tetap ‘ada’ itu bukan hal gampang, tetapi bukan suatu mustahil. Apa yang diwariskan olehnya, brotherhood-nya, feel-nya, soul-nya dijaga jangan sampai padam. Benang merah yang selama ini melekat janganlah sekali-kali kau ubah. Mempertahankan tradisi di tengah hiruk pikuknya dunia tanpa batas ini sebuah keasyikan tersendiri dari sebuah dinamika.

Karena cepat atau lambat, akan ada dinamika yang lebih baru. Mungkin kamu, atau satu dari kalian permisi pergi, mungkin kejengahan, mungkin juga adanya tamu yang tak dapat menempatkan kepada siapa dia bertamu, mungkin juga kehilangan motor penggerak atau juga numb tanpa sosok. Entah namun pasti terjadi.

Tapi bukankah aku, kamu, kita, kami terkumpul dari behaviour yang unik dan baru, Internet Behaviour. Yang menjadikan utara dan selatan serasa berdampingan dan membuat yang gersang bisa merasakan deras aliran hujan di siang hari. Semua menjadi kepingan kenangan, kawan. Dan bersama menjaga apa yang semua sudah dititahkan adalah titah kita.