Colonelseven

Category: solo

Bukankah Kita Tinggal di Negara Demokrasi

Thursday, 26 June 2008
Jam 8 malam saya memasang status di YM saya dengan sebuah kalimat yang memang sengaja saya tujukan untuk kawan saya di Chili sana. Dia ikut menyebrang ke negeri Chili karena memang ibunya yang asli chilie memilih masa tuanya dinegara asalnya, dia memilih menemani ibunda karena Ayahnya yang satu kampung dengan saya sudah [...]

Solo: 10 Hal Yang Saya Ingat, Hari Ini 10 Tahun Lalu

1. ” BCA Purwosari diobong, sak purwosari kobong kabeh. Entek (BCA Purwosari dibakar, satu daerah purwosari terbakar semua. Habis)” Kata pak tikno, tukang becak yang bisa mangkal diujung jalan dekat rumah.
2. ” Ambil..ambil..wes ndak papa ambilen. Asal jangan dibakar ” begitu kata engkoh cina didepan toko helmnya, dipertokoan jongke sambil duduk menangis.
3. ” Cino diobong..Cino [...]

Solo: Yang Membunuh Seraya Tersenyum

Kota Solo dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, yang halus dan bermartabat. Namun, secara paradoksal, dia juga menjadi ladang radikalisasi rakyat turun-temurun. Kota ini hampir senantiasa menjadi pelopor gerakan anti-etnis Cina, sejak berabad lalu. Kenapa itu semua terjadi?
Sebagian Toserba Sami Luwes, Solo, dibuka kembali pekan lalu. “Untuk mengejar Natal dan Tahun Baru. Juga Lebaran,” [...]