Colonelseven

Surat dari Kawan Lama

setiap orang mempunyai caranya masing – masing untuk menyelesaikan sakit hatinya.

sebagian memilih untuk berlari, menyingkir dari hal yang telah menyakitinya. entah oleh sebuah perjalanan, atau bahkan berpindah ke kota lainnya, atau apapaun yang bisa membuatnya menjauh. termasuk dengan melarika perasaan ke seseorang / sesuatu yang baru. mereka meyakini, semakin jauh dari masalah, semakin cepat sakit hati selesai. entah benar – benar selesai, atau membiarkan begitu saja lalu melupa. dan mereka akan terus menjauh, menjauh dan menjauh. suatu waktu, kembali ke masa lalu seperti sebuah mimpi buruk.

beberapa lainnya berpura – pura untuk tidak sakit hati. mereka tetap berada disitu, menjalankan kehidupan seperti sebelumnya, tersenyum seperti sediakala. bahkan diantaranya tersenyum dengan berlebihan sambil mengatakan bahwa dia baik – baik saja. terus saja mengucapkan mantra yang sama, berharap sakit selesai dengan cara mengabaikannya. hingga pada suatu waktu, mereka akan kelelahan. pada sakit hati yang ternyata belum usai, dan pada kepura-puraan akan sakit yang disangkal tapi selalu ada.

dan sebagian, memilih untuk menghadapinya. jujur mengakui bahwa sakit itu disana, menggerogoti setiap pikirannya dan membuat rapuh dirinya. dia biarkan dirinya tersungkur, terperosok pada titik yang paling. keyakinan bahwa hanya mati yang bisa membuatnya selesai, justru dijadikan daya untuk bertahan. sejauh mana kesakitan bisa membuatnya menjadi lebih buruk. sampai suatu saat, dia menemukan bahwa ternyata sakit telah usai, dikotakkan pada satu kotak bernama masa lalu. tidak dihindari, tak juga diabaikan. sehingga kesakitan bukan lagi momok dan mimpi buruk. melainkan sepenggal cerita, pada suatu masa yang entah pernah berada disana. menjadi sebuah cerita untuk dikisahkan. tentang sebuah kebangkitan.

Aku Dalam Sepuluh Yang Random dan Sisanya Abstract

Aku adalah peninggalan feodalisme londo. sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja mengalir kencang pada darah leluhur ku.  perpaduan kepala penjara dan juragan mori, melahirkan ibu ku yang freak. perjodohan dengan anak juragan batik kaya harus dilakoninya demi suatu prestise ” mbok mas’e “. Budi pekerti habluminallah dan habluminannas adalah barang langka dan suatu kemewahan.

Solo catatan buram masa kecilku. Menghabiskan masa kecil dikota solo sangat mengasyikan, aku sama seperti bocah kampung lainnya, aku mencuri mangga, aku mengintip orang mandi, dan memalak anak bocah yang keliatan lemah. Di solo aku tinggal di empat rumah, omah lor berisi saudara-saudara yang moderat, Samanhudi dipuja disana, omah wetan bilangnya sih marheanis tapi padahal aslinya mereka komunis, omah kidul kumpulan abangan, solat oleh ora solat oleh, nek ra solat mlebu neroko, nek ra percoyo takon harmoko, begitu mereka mengajaran kepadaku. omah kulon, hanya ada pendopo dengan kursi panjang-panjang, setiap malam selasa dipakai berjanjen seluruh warga, rapat, pengajian ibu-ibu dan untuk TPS bila pemilu datang. aku terbentuk dari 4 rumah itu, dan euforianya masih terbawa sampai hari ini.

Read the rest of this entry »

Oh Baju Baru Ku

aku memakai baju baru hari ini. aku korban mode. aku naik patas AC 44 jam 8 pagi bersama wanita-wanita karier berblaser coklat dan bapak-bapak pegawai kantor pemerintah berkemeja batik segaram wajib hari jumat.  aku tidak memakai batik. tapi aku memakai baju baru. teman-teman di kantorku tidak ada yang memakai baju baru. tapi banyak yang memakai batik.  padahal kantorku bukan milik pemerintah. aku bosen baju batik.  itu masa lalu bagiku. aku lebih suka memakai baju yang membuatku menjadi beberapa tahun lebih muda. aku korban mode.  tapi tak ada darah di tubuhku. karena mode tidak suka kekerasan. jadi aku senang menjadi korbannya. aku duduk di depan komputer sepanjang hari.  baju baruku menjadi bayangan hitam di layar komputer.  kata temanku yang memakai baju batik itu, ketika duduk di depan komputer,  wajahku tanpa ekspresi. mungkin sebenarnya ia ingin mengatakan, aku seperti robot yang autis, tapi tidak tega.  aku tidak tahu mengapa komputer membuatku kehilangan ekspresi.  padahal sebenarnya aku sedih dan bosan.  baju baruku mungkin juga sedih dan bosan karena dipakai oleh orang yang sepanjang hari duduk di depan komputer, tanpa ekspresi. aku jadi kasihan sama baju baruku. mungkin dia juga kasihan padaku. karena aku korban mode yang tidak punya ekspresi. wajahku menjadi bayangan hitam di layar  komputer bersama baju baruku. tapi ekspresiku hilang. temanku yang berbaju batik memberiku permen untuk mengembalikan ekspresiku. aku minta satu lagi untuk baju baruku. tapi kata temanku, baju tidak doyan permen. ini baju baru, kataku. baju baru yang telah menjadi bayangan hitam di layar komputer bersama wajahku setelah aku membaca rangkaian aksara dikomputerku. oh baju baru ku, sungguh kasihan dinodai aksara picis.

Who put the weight of the world on my shoulders?

Who put the lies in the truth that you sold us?

Lindungi Saya Dari Mereka Yang Bahagia

Yak itu dia bis merah hitam Agramas jurusan Bogor favorit saya. Akhirnya muncul setelah 10 menit saya menunggu didepan terowongan pasar UKI.

” Bogor, Bogor, Bogor a’ .. langsung ” teriak pak kondektur.

Saya melompat naik, dan mencari tempat duduk. Biasanya saya suka duduk dideret depan tapi kali ini saya duduk dideret belakang, di kursi untuk kapasitas 3 orang dipojok dekat kaca.

Duduk,menyiapkan uang-Rp.7000 disaku depan, kemudian siap-siap tidur.

Tak berapa lama bis penuh dan sekarang sepasang muda-mudi duduk disebelah saya. Lalu bis memulai perjalanan ke bogor. Kali ini saya dibuat bertanya-tanya, kenapa tidak ada pengamen yang bersiap-siap bernyanyi. Wah tidak ada hiburan pengantar tidur, saya membatin. Lalu cari earphone hp saya ternyata tidak ada juga,mungkin tertinggal di meja kantor.

Read the rest of this entry »

Dia

adalah “BUKU DIARY” berjalan, tempat curhat, mengeluarkan unek-unek, dari hal yang serius sampai hal-hal yang terkesan bodoh. sebuah diary yang tergembok dengan aman, sehingga tidak mungkin terbaca  oleh orang lain. adalah sebuah “ANTI VIRUS” yang berjalan di sistem kehidupan dimana dia berada? seperti halnya norton yang berjalan di windows. sebuah anti virus yang bisa mendeteksi virus, worm ataupun trojan yang kira-kira akan mengganggu kerja sistem, dan dengan cepat dan tanggap anti virus tersebut akan memberikan alert , memberi tahu file mana yang terinfeksi dan kemudian akan memberikan solusi , mau diapakan file yang sudah terinfeksi itu? ["repair","quarantine" or "delete"]. adalah “KOTAK P3K” yang ampuh dan bersedia mengorbankan waktu pentingnya demi membantu (eh ga tau waktu penting atau ga ya?). yang pasti mau membantu dengan tulus dan dengan segala usaha yang dia bisa walau hanya dengan membuang beberapa perak untuk sms atau sekedar say something biar ga kena infeksi. adalah “FIREWALL” yang paling kuat. sengaja atau tidak udah membuat sebuah sistem  yang berjalan di semua sistem operasi. waktu membukakan “BUKU DIARY” nya lalu memberikan “KOTAK P3K” nya maka sistem firewall ini otomatis berjalan dengan crontab yang sempurna. sebuah firewall yang mampu memberikan access deny kepada otak seseorang ketika hal bodoh n buruk mencoba menembusnya.

begitukah?

Dosa yang Semakin Tidak Relevan (Khotbah Jumat Imajiner)

Setengah dua belas. Ini hari Jumat. Jadwal saya untuk mengisi kotbah Shalat Jumat. Saya berdiri, merapikan gamis dan meninggalkan komputer. Berjalan menuju lantai bahwa gedung perkantoran tempat saya bekerja, tempat biasa diadakan Jumatan. Semalam saya sudah menyiapkan kotbah yang dahsyat

Sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada malam-malam tertentu, rumah tetangga yang tepat bersebelahan dengan tempat tinggal saya digunakan untuk pengajian. Dalam satu minggu bisa tiga kali: ada sesi  untuk bapak-bapak, ibu-ibu dan remaja putri. Bukan pengajian ala Aa Gym dimana sang ustad ceramah tentang bagaimana berbuat baik dengan tetangga dan jamaah mendengarkan dengan khusus. Juga bukan pengajian ala Arifin Ilham yang berdzikir sambil menangis-nangis. Melainkan, belajar membaca al qur’an. Saya pernah secara tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan ustad ketika sedang berlangsung pengajian untuk anak-anak dan remaja putri. “Membaca al quran dengan benar akan mendapat pahala, tapi kalau salah akan mendapat dos…?”

“Dosaaaa,” jawab anak-anak yang semuanya perempuan itu serempak.

Sidang Jamaah yang dimuliakan Allah,

Dalam hati saya membatin, “Wah, kalau begitu lebih baik gak baca al quran sama sekali, daripada salah dan malah dosa.” Pada saat yang sama, saya juga langsung teringat masa kecil dulu, ketika saya melakukan hal yang sama dan mendapatkan pelajaran yang sama pula. Baru sekarang terpikir oleh saya, betapa anehnya cara guru-guru agama itu memperkenalkan konsep dosa kepada anak-anak. Maksud saya, mengapa mereka menempelkan kata dosa justru pada perbuatan yang baik. Logika sederhananya, kalau belum-belum udah dihadang dengan kata “dosa (kalau salah)”, gimana orang bisa belajar al quran dengan tenang? Bagaimana menghindari kesalahan? Kalau salahnya banyak, belajar al quran bisa sama dengan menumpuk dosa dong.

Agak sedih, bahwa sejak saya kecil dulu hingga zaman sekarang, guru-guru agama itu masih saja mengajarkan tentang dosa dengan cara yang sama. Dan karena itu terjadi saat kita masih kanak-kanak, maka itu menjadi pelajaran pertama kita tentang dosa, dan seterusnya menjadi dasar pemahaman kita mengenai konsep dosa itu.

Agak nggak heran, kalau kemudian banyak di antara kita, ketika memasuki kehidupan dunia dewasa, masih berpikir tentang dosa dalam konteks “belajar membaca al quran” seperti itu. Artinya, ada kecenderungan pada diri kita untuk gampang sekali menempelkan kata dosa pada sesuatu hal. Jangan bohong nanti dosa. Jangan makan itu, haram, nanti dosa. Ih, kok kamu minum bir sih, itu kan haram, dosa tauk! Lu suka ikutan kuis sms di tv ya, itu kan judi, dosa! Dan sebagainya.

Maksud saya, bahwa dalam pelajaran agama memang ada bab tentang halal-haram, yang ini dosa, yang itu dosa, dan kita yang mengaku beriman mesti percaya itu. Tapi, hampir tidak pernah kita dengar orang mengatakan, jangan korupsi, dosa. Jangan mengoplos minyak tanah, itu merugikan rakyat, dosa. Jadi ketua partai jangan janji-janji kosong dong, dosa itu. Bukan hampir tidak pernah sih, bahkan bener-bener tidak pernah kita mendengar orang bicara atau mengucapkan dosa dalam konteks yang paling pas mewakili kata itu. Bahkan, pernahkah ada yang menuding orang yang perusahaannya menyebabkan lumpur dari dalam bumi menyembur tak henti-henti dan menenggelamkan desa-desa dan membuat ribuan keluarga kehilangan segalanya, sebagai pendosa?

Sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita hidup dalam masyarakat yang begitu beragama, begitu bermoral, dan semakin sering saja kita mendengar kata dosa diucapkan, ditempelkan, ditudingkan, namun maknanya semakin kabur, tidak relevan dan salah sasaran.

Jamaah yang duduk berderet-deret di hadapan saya, di bawah mimbar, mendongakkan kepala mereka tinggi-tinggi. Mata mereka melotot seperti hendak melompat keluar dan mulut menganga lebar-lebar seolah hendak beramai-ramai menerkam dan menelan saya.